Kategori
gusfik.com

Isak Terpendam Anak Yatim Piatu

Isak Terpendam Anak Yatim Piatu

Tak kenal sakit dan lelah, Riswan remaja asal Tasikmalaya menjadi tulang punggung untuk ketiga adiknya. Bahkan masa bermain dan menikmati kasih sayang orang tua, hanyalah kenangan dan angan sejak kedua orang tuanya pergi ke pangkuan ilahi. Riswan yang seharusnya duduk dibangku SMA, terpaksa harus bekerja mengeruk pasir. Bergelut dengan kerasnya tanah sudah menjadi rutinitas, sejak ia berusianya 13 tahun. Meski hidup dengan keterbatasan, Riswan tak menginginkan ketiga adiknya untuk berhenti sekolah. Mereka tinggal di rumah sederhana hasil gotong royong warga di desa Tawangbanteng, Kampung Citamperas. Kehangatan begitu terasa dalam, melihat mereka bercanda bersama. Bagi kakak beradik ini, enggan menengadahkan tangan untuk meminta selama badan masih bisa berusaha. Semoga senyum dan kehangatan bisa selalu tercipta, menjadi warna di rumah kecil yang penuh dengan bahagia.

Salurkan bantuan Anda melalui link di bawah ini:
https://www.berbuatbaik.id/donasi/220/perjuangan-riswan-kuli-pasir-remaja-yang-hidup-jadi-tulang-punggung-keluarga?utm_source=transtv&utm_medium=program&utm_campaign=shrtn_donasiriswan


Go to Source
Author: CNN Indonesia

error: Konten dilindungi hak cipta.
%d blogger menyukai ini: