Kategori
gusfik.com

Transformasi BUMN di Tengah Tantangan Ketidakpastian Ekonomi 2022

Transformasi BUMN di Tengah Tantangan Ketidakpastian Ekonomi 2022

Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi nasional. Bukan saja melalui deviden yang diberikan kepada negara, BUMN bersama seluruh anak usahanya sepatutnya menjadi agen pembangunan (agent of development), termasuk menstimulus pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Namun layaknya badan usaha pada umumnya, BUMN pun tidak terlepas dari potensi kerugian. Satu perusahaan pelat merah yang paling mendapat sorotan dalam setahun akibat kondisi merugi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. atau GIAA.

BUMN yang bergerak di bidang jasa angkutan udara dan perawatan pesawat itu mengalami kerugian dengan ekuitas yang tercatat negatif hingga triliunan rupiah. Hingga September 2021, GIAA merugi US$722 juta atau setara Rp10,25 triliun (kurs Rp14.200).

Sebagai opsi jalan keluar dari kondisi itu, proses restrukturisasi Garuda Indonesia dimulai dengan penyampaian skema proposal restrukturisasi kepada lessor dan kreditur.

Restrukturisasi atau upaya untuk memperbaiki kondisi internal perusahaan dan memperbaiki kinerja serta meningkatkan nilai perusahaan itu memang menjadi opsi strategis, di samping mengambil jalan pintas dengan melikuidasi BUMN.

Proses restrukturisasi itu setidaknya sukses membuat sejumlah BUMN kembali pulih dan bahkan membukukan kinerja sangat positif.

Sebagai contoh, restrukturisasi yang dilakukan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. atau KRAS akhirnya mampu membuat perusahaan membukukan keuntungan sebesar Rp800 miliar pada kuartal II/2021. Padahal sebelumnya, perseroan mengalami kerugian dalam delapan tahun terakhir. KRAS diketahui memasuki tahap ketiga restrukturisasi setelah melewati dua fase sebelumnya.

Restrukturisasi BUMN berdasarkan core business atau bisnis inti juga membawa keuntungan seperti yang terjadi dalam pembentukan Holding Rumah Sakit BUMN.

Di samping itu, proses restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui pembentukan PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG Life juga patut menjadi perhatian lantaran masih berjalan dengan perkembangan yang positif.

Restrukturisasi melalui pengalihan portofolio Jiwasraya ke IFG Life yang menjadi bagian dari Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di bidang perasuransian dan penjaminan—merupakan pilihan paling baik dibandingkan dengan dua pilihan lainnya yakni digugat pailit dan likuidasi yang dilanjutkan dengan pencabutan izin.

Sejumlah BUMN lain yang dihadapkan pada opsi restrukturisasi atau transformasi bisnis di tengah kondisi serupa antara lain adalah PT Pertamina (Persero) dan PT Angkasa Pura I (Persero).

Lantas, apakah restrukturisasi memang sungguh menjadi opsi strategis bagi BUMN saat ini? Apa saja paremeter yang memungkinkan restrukturisas BUMN sukses? Bagaimana signifikannya peran manajemen dalam restrukturisasi? Dan apa saja hambatannya?

Saksikan webinar ini selengkapnya, dengan menghadirkan panelis:
– Tanri Abeng, Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan

– Toto Pranoto, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia

#BUMN #transformasi #restrukturisasi


Go to Source
Author: Bisniscom

error: Konten dilindungi hak cipta.
%d blogger menyukai ini: