Kategori
gusfik.com

Bias Gender dalam Kredit Perbankan

Bias Gender dalam Kredit Perbankan

Namun perempuan menjadi pihak yang tidak diuntungkan. Dari kajian IFC menunjukkan 80% dari usaha kecil dan menengah yang dimiliki perempuan, yang memiliki kebutuhan kredit, tidak terlayani atau kurang terlayani dengan baik. Hal ini menyebabkan ketimpangan pendanaan yang berjumlah hingga miliaran dolar. Dengan kata lain, mereka merupakan calon yang menarik untuk layanan keuangan.

Layanan keuangan digital adalah pendorong inklusi keuangan bagi masyarakat yang tidak memiliki rekening bank. Bahkan pada 2014, Turkish Economy Bank di Turki memanfaatkan kemampuan UKM yang kuat dengan menargetkan pada usaha yang dimiliki perempuan. Nah, data-data ini semestinya bisa mengubah kondisi yang terkesan bias gender dalam kredit perbankan.

Bagaimana bias gender dalam kredit? Simak diskusi lengkapnya di webinar “Bias Gender dalam Kredit Perbankan”, pada:

Senin, 11 Oktober 2021
09:30 – 11:00 WIB

Narasumber:
1. Nur Saswati (Pelaku UKM Keripik Singkong)
2. Nur Komaria (Peneliti INDEF)
3. Dr. Linda Ariany Mahastanti (Dosen FEB Universitas Kristen Satya Wacana)

Moderator:
Muhammad Syahreza

Dalam acara ini juga setiap peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai pertanda telah mengikuti acara Katadata Literasi Digital Talk’s dan juga di setiap sesi akhir acara, terdapat kuis untuk menggali potensi kecakapan digital dari setiap peserta, bagi peserta beruntung akan mendapatkan hadiah menarik di setiap sesi nya.

Indonesia #MakinCakapDigital
======================================================

Mulai Sekarang #KalauBicaraPakaiData

Pantau dan Subscribe Katadata Indonesia.

Official Website : https://katadata.co.id/
Youtube : https://www.youtube.com/c/KatadataIndonesia
Instagram : https://www.instagram.com/katadatacoid
Facebook : https://www.facebook.com/katadatacoid/
Twitter : https://twitter.com/katadatacoid

======================================================


Go to Source
Author: Katadata Indonesia